Minggu, 20 April 2014

Membohongi Diri

Pagi ini aku cukup gelisah, ada secercik memori di benak yang mengganjal. Ini bukan tentang hal yang personal bagiku, tapi cukup mengganggu penilaian personal orang lain terhadapku. Aku bingung, apakah dikehidupan ini setiap orang harus mengatakan hal yang tak perlu orang lain dengar? Apa dikehidupan ini hanyalah tentang kosakata? Bukannya aku tak mampu, bukannya aku tak mau, Tapi aku lebih jauh berfikir tentang akibat yang akan ada. Ada banyak orang yang mempercayai apa yang ia dengar tentangkuku, aku seorang playboy, aku seorang pemain hati, aku tidak konsisten dan lain sebagainya.


Sungguh! dalam hati aku begitu marah, aku kesal. Ingin sekali aku menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi didepan dengan speaker besarrrr, agar semua orang tahu. Ingin aku meluapkan emosi tentang semua hujatan terhadapku. Agar mereka semua tahu bagaimana mereka ketika diposisiku. Mudah saja aku melakukan itu.

Tapi aku tidak mau ada hal terjadi, baiklah ada beberapa orang yang bermain belakang di sana. yang mencemoohku. Menyebar omongan palsu. Andai mereka tahu jika aku juga telah bermain belakang, bermain belakang terhadap diri sendiri. Mungkin selama ini aku terlihat enjoy terhadap kata-kata pahit itu. Dalam hati trauma psikologis mungkin terjadi. Aku berusaha keras menutupi itu semua dengan keceriaan palsu. Karena nantinya kebenaran pasti terjadi, mereka akan tahu semua kebohongan dan apa yang sebenarnya terjadi, bukan didunia, tetapi di akhirat nanti semua akan terbongkar.

Bagi temen-temen yang punya pengalaman sama denganku. Jangan merasa terpuruk. Tertawakanlah mereka yang begitu bodoh mempercayai kebohongan :D . byeeee


Tidak ada komentar:

Posting Komentar