Rabu, 23 April 2014

Bulan Sabit Dan Bintang Darimu


Malam ini atap hitam berhias bulan sabit bertabur bintang, membaur membentuk rasi rupa wajahmu yang manis.  Hahaha, aneh. Aku tidak pernah berfikir akan seperti orang gila yang riang menebar hati gembira karena mengingat senyummu. Tak sengaja, aaah! Hal ini mendadak terjadi ketika aku melihat bulan sabit tersenyum kepadaku.  Adakala disalah satu bintang aku melihat itu adalah sinar dari pancaran matamu. Adakalanya juga saat aku memandang bintang lainnya, aku melihat itu tahi lalat di bawah bibirmu  :D 

 
Sembari minum kopi dengan teman-teman yang sedang asik bercurcol ria, mungkin mereka tidak menyadari relungku sedang gemaaas sekali akan bayangmu .

Oke oke, aku mengerti. Kamu tidak mengenalku, begitu pun juga dirimu. Hanya saja kita sama-sama tahu satu sama lain sejak kita pernah menjadi panitia di acara tahun lalu, dan seringkali saling balas melirik setiap jarak antara kamu dan aku bahkan sampai titik terjauh mata memandang. Beberapa kali mungkin kita juga saling menyapa dengan selalu membumbui senyuman tulus. 

Tapi mengapa akhir-akhir ini aku jaraaang sekali melihatmu? Aku rindu bintangmu, aku rindu bulan sabit manismu, aku rindu sepatah sapa oleh gelombang suaramu yang merambat masuk ketelinga dan bermuara di relungku. Uh! Nusssuuuk benar benar menusssuk, tertancap dan tertanam direlungku.  Aku akan berusaha untuk terus menyiram dan memelihara itu. Sembari mencari banyak pupuk dengan menemukan banyak hal tentangmu.

Ntah kapan kamu akan membaca artikel ini, tapi ini bukanlah hal yang harus kamu mengerti. Kamu tahu? bahwa tidak harus untuk sekedar mengetahui hal yang belum pasti benar . Tapi aku hanya mencatat ocehan isi hatiku yang sebenarnya.

(welll, dengarkan lagu yang aku tulis untuk kamu di https://soundcloud.com/oonbe/bayu-sigit-ku-suka-kamu  !)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar