Mungkin kamu ingat, saat aku berjalan sediri di acara CFD di awal bulan. Kamu hampri aku, saat itu suasana pagi mendung begitu pun suasana moodku. Beberapa detik mencari alasan untuk melarikan diri dari terkamanmu. Jujur, aku tak terlalu percaya diri dengan penampilanku saat itu. hmm, apa daya.. Tak cukup waktu untuk berfikir sembari kamu telah dekat jarak dariku. Seperti biasa, saat itu kucoba saja berpura-pura menerima sms, paling tidak mengalihkan nervous-ku dengan sedikit menjaga sikap. Sampai saat ini aku yakin masih berhasil, kecuali kamu memang sudah terlebih dahulu melihat dada kiriku yang berdegub kencang di balik baju.
Mungkin karena udara dingin yang berefek pada pendengaranku atau karena sesuatu lain dari balik bajuku, kamu berkata agak berbisik seperti hanya aku saja yang diperbolehkan mendengarnya.
"hey.. apa kabar? Tumben pagi ini mendung. Oiya, lihat! dia yang disana, temanmu itu sungguh menarik."
Aku rasa bahwa dalam bahasa yang sederhana bermakna "aku boleh meminta nomor teleponnya?". Ini sama seperti apa yang dilakukan cewek kelas sebelah terhadapku saat SMA-ku dulu.
Tapi aku berusaha berlaga bego agar aku terlihat tak tahu bahasa sederhana, aku harus mejawab dengan bahasa yang rumit agar dia percaya itu.
"ablabablablahh, blablahh, blahhh, babaaa ablablaahhh, blaaa, babablaaaa" (sembari berusaha tetap menjulurkan lidah) .
Benar-benar nervous-ku percuma saja, sial. Aku kira kamu menghampiri aku karena ada yang akan kita bicarakan. Parahnya lagi, seseorang yang kamu tanyakan itu bukan temanku. Jangankan itu, Mengenalpun sama sekali tidak! -_______-
Mungkin karena udara dingin yang berefek pada pendengaranku atau karena sesuatu lain dari balik bajuku, kamu berkata agak berbisik seperti hanya aku saja yang diperbolehkan mendengarnya.
"hey.. apa kabar? Tumben pagi ini mendung. Oiya, lihat! dia yang disana, temanmu itu sungguh menarik."
Aku rasa bahwa dalam bahasa yang sederhana bermakna "aku boleh meminta nomor teleponnya?". Ini sama seperti apa yang dilakukan cewek kelas sebelah terhadapku saat SMA-ku dulu.
Tapi aku berusaha berlaga bego agar aku terlihat tak tahu bahasa sederhana, aku harus mejawab dengan bahasa yang rumit agar dia percaya itu.
"ablabablablahh, blablahh, blahhh, babaaa ablablaahhh, blaaa, babablaaaa" (sembari berusaha tetap menjulurkan lidah) .
Benar-benar nervous-ku percuma saja, sial. Aku kira kamu menghampiri aku karena ada yang akan kita bicarakan. Parahnya lagi, seseorang yang kamu tanyakan itu bukan temanku. Jangankan itu, Mengenalpun sama sekali tidak! -_______-
Seperti rasa GR kah?
BalasHapushehe..
Eniwei,
Tulisannya nice..
Hanya saja kepedeanku saat itu terlalu optimal. maksudku iya memang benar :D
Hapustingkiyu,,,
ckck.. sepertinya tesi GR-nya lagi membara.. tp bagus, daripada minder, ya ga?
BalasHapusthat's good..