Jumat, 29 November 2013

Resahku

Ketika lubuk hati bergetar
Ketika semua yang akan terjadi menjadi sebuah misteri 
Yang tak pernah ku tahu bagaimana cerita kehidupan nanti
Bukan tak ada secarik harapan, tapi kecemasan menjadi penyelimut angan
Cukup mudah untuk menebar senyuman palsu
Tapi apakah senyuman itu mampu membohongi hatiku?


Sesak, begitu sesak
Hidup rasa berada diruang sempit dan terhimpit 
Dimana letak untuk diriku bernaung? 
Semua resah gelisah menjadi satu dalam arti
Menjadi titik dimana aku kurang begitu mensyukuri.

Ya Allah, tuhan yang selalu memberiku beribu kesempatan
Aku yang tak pernah menghargai semua yang engkau beri
Berharap kesempatan yang datang tanpa pamri
Dengan sedikit do'a kuucap
Dengan ibadah  ku mendekat 
Dan dengan beribu penyesalan aku bertaubat.

:'(  @oonbe

3 komentar:

  1. waah menyentuh hati banget ni puisi gan...

    BalasHapus
  2. nice artikel gan..terharu. :)
    di tunggu kunjungan sama follownya

    BalasHapus
  3. Puisinya greget banget :D bagus sob :D

    BalasHapus